Peristiwa Di Bulan Sya'ban


Pada Bulan Sya'ban Terjadi Perang Bani Mustholiq Atau Perang Muroisi'

Bani Mushtoliq adalah keturunan Mustholiq yang nama aslinya Jadzimah bin Sa'd bin 'Amr bin Robi'ah bin Haritsah, mereka keturunan kabilah Khuza'ah. (Jamharah Ansab Al-'Arob & Al-Lubab Fi Tahdzibil Ansab).

Dahulu Rosululloh shollallohu'alaihi wasallam menyerbu mereka, Abdullah bin 'Umar Rodhiallohu'anhuma yang waktu ikut berada di pasukan Rosululloh shollallohu'alaihi wa sallam menceritakan :

قَدْ أَغَارَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى بَنِي الْمُصْطَلِقِ وَهُمْ غَارُّونَ وَأَنْعَامُهُمْ تُسْقَى عَلَى الْمَاءِ فَقَتَلَ مُقَاتِلَتَهُمْ وَسَبَى سَبْيَهُمْ وَأَصَابَ يَوْمَئِذٍ جُوَيْرِيَةَ ابْنَةَ الْحَارِثِ

"Suatu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyerang Bani Musthaliq secara mendadak disaat mereka sedang lengah, hewan ternak mereka sedang diberi minum di sebuah mata air, maka terbunuhlah orang yang melawan perang dari mereka dan beliau menawan  tawanan, dan pada hari itulah beliau menawan Juwairiyah binti Harits. (Muttafaq 'Alaihi).

Mata air tersebut disebut Al-Muroisi' (riwayat Ibnu Ishaq di Tarikh Thobari, Al-Mu'jam Al-Kabir At-Thobroni, Dalail An-Nubuwwah Al-Baihaqi dan Siroh Ibnu Hisyam).

Oleh karenanya perang tersebut disebut juga Perang Al-Muroisi'. Imam Al-Bukhari berkata di dalam
Shohihnya
: "Bab Perang Bani Mustholiq dari Khuza'ah, yaitu Perang Muroisi'.

Ahli Ilmu dan Siroh berselisih pendapat tentang tahun terjadinya perang ini, walaupun mereka sama-sama mengatakan terjadinya di bulan Sya'ban;

Ibnu Ishaq mengatakan tahun ke-6 Hijriyyah (Tarikh Ath-Thabari, Dalail An-Nubuwwah Al-Baihaqi dan Al-Mu'jam Al-Kabir Ath-Thobroni).

Musa bin 'Uqbah mengatakan tahun ke-5 Hijriyyah (Dalail An-Nubuwwah dan As-Sunan Al-Kubro Al-Baihaqi) begitu pula Al-Waqidi dan Ibnu Sa'd (Al-Maghozi &  Ath-Thobaqot Al-Kubro). Ini yang dikuatkan oleh Al-Baihaqi, Adz-Dzahabi, Ibnu Hajar dll. (As-Sunan Al-Kubro, Siyar A'lam An-Nubala, Fathul-Bari).

Ibnul-'Arobi mengatakan tahun ke-4 Hijriyyah ('Aridhotul-Ahwadi).

Di perang itulah Abu Sa'id Al-Khudri Rodhiallohu'anhu dan para sahabat bertanya kepada Rosululloh shollallohu'alaihi wa sallam tentang 'azl, beliau berkisah :

خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ بَنِي الْمُصْطَلِقِ فَأَصَبْنَا سَبْيًا مِنْ سَبْيِ الْعَرَبِ فَاشْتَهَيْنَا النِّسَاءَ فَاشْتَدَّتْ عَلَيْنَا الْعُزْبَةُ وَأَحْبَبْنَا الْعَزْلَ فَسَأَلْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تَفْعَلُوا مَا مِنْ نَسَمَةٍ كَائِنَةٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ إِلَّا وَهِيَ كَائِنَةٌ

"Kami pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada perang Bani Al Mushtaholiq lalu kami mendapatkan tawanan dari keturunan 'Arab, lalu kami tertarik dengan para wanita (budak tawanan) , dan kami telah lama membujang (tidak bersetubuh ) sedangkan kami berkeinginan melakukan 'Azl. Lalu kami tanyakan hal ini kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka Beliau bersabda: "Tidak mengapa jika kalian tidak melakukannya, sebab tidak ada satu nyawapun yang telah Allah tetapkan akan muncul berwujud sampai hari kiamat kecuali dia pasti akan terwujud_." (Muttafaq 'Alaihi)

Bersambung..


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url