Atho' Bin Abi Robah

Apa kata Hisyam bin ‘Abdul Malik, “Wahai Aba Muhammad, kira-kira apa yang kau butuhkan kembali, apa yang kau butuhkan lagi?”

Apa kata ‘Atha' bin Abi Rabah, “Wahai Amiirul Mu'miniin, satu yang saya butuhkan”.

Dia (‘Atha') rohimahulloh mengatakan:

« اتّق الله في نفسك يا أمير المؤمنين، واعلم أنّك خلقت وحدك، وتموت وحدك، وتحشر وحدك، وتحاسب وحدك، ولا والله ما معك ممّن ترى أحد »

“Bertakwalah engkau di dalam diri engkau wahai amiirul mu'miniin, ketahuilah sesungguhnya engkau diciptakan dalam kesendirian, dan meninggal dalam keadaan sendirian, kemudian dikumpulkan di padang mahsyar sendirian, kemudian dihisab dalam keadaan sendirian, dan demi Allah orang-orang yang ada sekarang  disekitarmu ini, yang meramaikan ke istanamu, yg memenuh sesakkan istanamu, demi Allah nanti di padang mahsyar tidak akan menemanimu lagi”.

Akan tetapi hati waktu itu (adalah) hati yang sangat lembut, sekalipun khalifah, sekalipun khalifah yang bergelimangan dunia dan semacamnya, karena nasehat ini keluar dari hati yang sangat suci, bersih dari hati, maka masuk pula ke hati..

Hisyam bin ‘Abdul Malik mempermainkan tangannya, tangannya di singgasananya, kemudian dia menangis, kemudian dia menangis.

Hisyam bin ‘Abdul Malik, Harun ar-Rasyid adalah khalifah-khalifah yang sangat mudah menangis ketika dinasehati oleh para Ulama.

[Kajian tentang kisah ‘Atha' bin Abi Rabah oleh al-Ustādz Armen Halim Naro - rahimahullāhu -, dari menit ke 29.35 sampai 33.57].



Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url