Kisah Seorang Pemuda

Kisah ini diabadikan oleh Ibnul Jauzi dalam “Dzamm Al-Hawa” (253-254):

Hushain bin Abdurrahman berkata bahwa ada seorang pemuda di Madinah yang selalu shalat berjamaah bersama Umar bin Khaththab. Bila pemuda itu tidak hadir, Umar pasti menanyakannya.

Ada seorang gadis Madinah yang jatuh hati kepada pemuda itu. Gadis itu pun menceritakannya kepada salah seorang sahabatnya yang usianya sudah tua. Bahkan ia berkata, “Bisakah kamu membantuku supaya pemuda itu bisa masuk ke rumahmu?” Wanita tua itu pun menyanggupinya. la lalu duduk di sebuah jalan yang biasa dilalui si pemuda. 

Ketika si pemuda lewat, wanita tua itu berkata, “Nak, usiaku sudah tua. Aku memiliki kambing tapi aku tidak kuat memerah susunya. Jika kamu tidak keberatan, bantulah aku untuk memerah susunya.”

Tanpa ragu, pemuda itu pun masuk ke rumah wanita tua itu, tetapi ia tidak melihat ada kambing di situ. Wanita tua itu pun berkata lagi, “Masuklah dulu, nanti kambingnya akan kubawa ke sini.” Pemuda itu lalu masuk dan ternyata di balik pintu ada seorang gadis cantik, begitu si pemuda masuk, si gadis segera mengunci pintu.

Untuk menghindari fitnah, pemuda menuju tempat shalat yang ada di sudut ruangan dan duduk sambil menunggu datangnya kambing. Tiba-tiba si gadis mendekat kepadanya dan merayu, tetapi pemuda itu menolaknya sambil berkata, “Takutlah kepada Allah, wahai gadis.”

Gadis itu tetap tidak beranjak dari tempatnya seolah ucapan si pemuda dianggap angin lalu. Setelah berbagai cara yang digunakan tidak berhasil, maka si gadis berteriak sekeras-kerasnya.

Orang-orang pun menerobos masuk untuk melihat apa yang terjadi. Si gadis berkata, “Pemuda ini mau memperkosaku.”

Terpengaruh oleh fitnah si gadis, maka orang-orang pun memukuli pemuda itu hingga babak belur. Bahkan si pemuda diikat hendak dilaporkan kepada Umar. 

Saat itu, Umar hendak menunaikan shalat Shubuh. la perhatikan seluruh isi masjid, ternyata si pemuda tidak hadir untuk m shalat berjamaah. Dalam keadaan bertanya-tanya, tiba-tiba para penduduk masuk ke dalam masjid dengan membawa pemuda itu dalam keadaan tangan terikat

Umar berdo'a, "Ya Allah. Janganlah Engkau ubah sangkaan baikku terhadap pemuda itu". Sejenak kemudian beliau rhodiyaalloh ta'ala 'anhu bertanya, "Ada apa ini?"

Mereka seraya menjawab, "Di tengah malam yang gulitanya gelap, kami mendengar suara gadis berteriak meminta tolong. Kami bergegas menuju tempat terjadinya perkara, dan ternyata ada pemuda tersebut. 

Menurut pengakuan si gadis, pemuda tersebut hendak memperkosanya. Mendengar kesaksian tersebut, kami mengintimadasi, menangkap dan mengikatnya untuk dilaporkan kepadamu wahai Amirol Mukminin".

Lalu Umar berkata kepada pemuda, "Jujurlah kesaksianmu kepadaku". 

Lalu pemuda tersebutpun bercerita, "Aku tidak pernah melihatnya sebelum ini."

Umar memerintahkan seluruh wanita-wanita di daerah tersebut berkumpul agar dikenali oleh si pemuda namun tak ada satupun yang ma'ruf padanya.

Tiba-tiba lewatlah di hadapan mereka, seorang wanita tua yang ternyata dikenali oleh si pemuda. "Wanita tua itu yang meminta tolong kepadaku wahai Amirol Mukminin, "ujar si pemuda.

"Jujurlah kepadaku", Umar dengan nada sedikit mengancam kepada wanita tersebut. Dan pada akhirnya, kronologi dijelaskan dengan detail dan reportatif sesuai dengan cerita yang diceritakan oleh pemuda tersebut.

"Terpujilah engkau yang memiliki sifat seperti Nabi Yusuf 'alaihissalam di antara kami".

-

Sumber: 155 Kisah Langka Ulama Salaf karya Ibnul Abdil Baar El Afifi

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url